TUTUP
TUTUP
VLOG

Maaf untuk Bapak

Berpikir bahwa ia masih hidup atau mati pun aku tidak peduli.
Maaf untuk Bapak
Ilustrasi ayah dan anak. (U-Report)

VIVA.co.id – Untuk anak laki-laki, ayah adalah teman sejati sepanjang usia. Beda halnya dengan aku. Bapak seperti monster pemangsa anak-anak. Suara lantangnya senada dengan pimpinan perang. Jangankan mendekap, membayangkan aku pernah tinggal dengannya saja, itu kehidupan yang tak ingin aku ulang.

Bapak bukan seseorang yang tidak punya uang, bahkan bapak mampu membeli apapun jika dia mau. Tapi 10 tahun usia yang terlalu dini untuk bapak memaksaku bekerja di rumah paman. Entah apa yang ada di pikiran bapak, ia tidak pernah menginginkanku. Membuangku dengan menyelimuti kenyataan bahwa bapak hanya ingin aku merasakan kerasnya hidup, cukup membuat sesak di dada.

Semua tak ingin aku ingat. Berpikir bahwa ia masih hidup atau mati pun aku tidak peduli. Aku telah jauh melangkah, bahkan sampai di titik ini. Mengingat betapa aku tersiksa di rumah paman menjadi alasan aku pergi tanpa pamit dan berjuang menghadapi dunia seorang diri. Ini pencapaian tertinggiku tanpa bapak.

Baca Selengkapnya...

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP